LAMININE UNTUK DEPRESI DAN STRESS

Stress merupakan respon terhadap berbagai keadaan yang harus dihadapi dalam hidup, situasi yang mengharuskan kita bertindak, menyesuaikan, serta menjaga segala sesuatu tetap seimbang. Stress merupakan reaksi fisik dan psikologi yang normal terhadap banyak tuntutan dan tekanan hidup yang selalu berubah dan tidak pernah berakhir, termasuk kelelahan kronis, kenaikan berat badan, kecemasan, tidur tidak berkualitas (tidak nyenyak) di malam hari. 
Karena stress merupakan reaksi yang normal, maka setiap orang pasti mengalaminya, baik itu orang tua, remaja ataupun anak-anak.


Gejala  stres  sering  menimbulkan   gangguan  kesehatan jangka  panjang,  jika  dibiarkan  terus   menerus.   
Akan tetapi  apa  yang  bisa   dilakukan   untuk   menghi- langkan stres?   Dalam  dunia  modern   ini,     kesibukan, menyebabkan  tubuh  kita  sering  merasakan  apa   yang sering   disebut   " Stres "  sebagai  keadaan  yang   tidak pernah  berakhir,  menyebabkan meningkatnya  Cortisol.

Cortisol merupakan hormon utama, yang diproduksi dalam kelenjar adrenalin. Cortisol yang berlebihan menimbulkan dampak negatif dalam kesehatan. Dimana ini dirangsang oleh Hormon Adrenocorticotropic (ACTH) yang pada gilirannya disintesa oleh kelenjar hipofisis. Tingkat Cortisol yang tinggi sering dikaitkan dengan stres yang berkepanjangan dan ketika Cortisol meningkat dalam waktu lama, dapat memberikan efek buruk pada kekebalan tubuh dan kesuburan dan akhirnya menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai Cushing Sindrom. 
Sebaliknya bila Cortisol berkurang menyebabkan sistem kekebalan tubuh terlalu aktif yang menyebabkan autoimun. Jadi hormon Cortisol adalah hormon untuk menjaga keseimbangan serta untuk melindungi diri untuk mengontrol kekuatan sistem kekebalan tubuh.


Gejala Cortisol Meningkat

Tingkat Cortisol meningkat dalam darah akan mengganggu fungsi normal dari sistem kekebalan tubuh dan karenanya, kemampuan untuk mencegah infeksi dan penyakit menurun dan termasuk pula manifestasi seperti kanker. 
Berikut adalah beberapa gejala umum yang dialami penderita :
  • Orang dengan tingkat Cortisol tinggi mungkin menjadi lebih rentan terhadap infeksi.
  • Produksi Cortisol yang berlebihan juga dapat menghambat fungsi kelenjar tiroid dan menyebabkan tekanan darah tinggi dan hiperglikemia alias Gula Darah Tinggi sering menyebabkan diabetes.
  • Orang dengan Cortisol tinggi menimbulkan kegemukan.
  • Pengendapan lemak terutama terjadi di daerah perut sementara anggota badan mereka terlihat sangat kurus atau langsing.
  • Selain itu, lemak juga terakumulasi di sekitar leher dan di punggung atas. Peningkatan lemak pada gilirannya membuat orang lebih rentan terhadap kondisi seperti serangan jantung, stroke, dan peningkatan tingkat kolesterol LDL.
  • Perubahan kondisi kulit yang mengarah ke sensitif, jerawat di wajah dan bercak ungu pada tubuh terutama seperti perut, paha, payudara.
  • Menderita gangguan emosional seperti depresi, paranoia, dan kecemasan.
  • Otot dan kelemahan tulang merupakan gejala penting lainnya.
  • Pada wanita, kondisi ini dapat terjadi dengan penyimpangan dalam siklus menstruasi, dan kadang-kadang, siklus dapat berhenti sama sekali.
  • Pada pria bisa terjadi libido rendah dan tidak subur.
Karena meningkatnya Cortisol yang menyebabkan ketidak nyamanan, maka diperlukanlah obat penenang yang mana depresan yang tergolong pada kelompok obat yang disebut "benzodiazepine". 
Obat-obatan ini diresepkan oleh para dokter untuk mengurangi stres, kecemasan, untuk membantu orang tidur dan kegunaan kedokteran lainnya. Biasanya obat-obat ini berbentuk kapsul atau tablet. Beberapa orang menyalah gunakan karena mempunyai efek yang memabukkan. 
Beberapa nama lainnya : Valium, Rohypnol, Mogadon, Librium, Ativan, BK dan sebagainya. 

Pengaruh obat penenang tiap orang berbeda-beda tergantung besarnya dosis, berat tubuh, umur seseorang. Pengaruh langsung yang dirasakan oleh obat penenang adalah :
  • Relaksasi/rasa santai
  • Pusing dan bingung
  • Berbicara tidak jelas atau gagap
  • Pandangan kabur dan berbayang
  • Hilangnya daya ingat jangka pendek
Sedangkan pemakaian dengan dosis tinggi menyebabkan hilangnya kesadaran atau koma bahkan meninggal dunia.

Pemakaian obat penenang dalam jangka panjang, akan memberikan dampak :
  • Peningkatan berat badan
  • Sulit tidur
  • Nafsu makan lebih besar
  • Kehilangan ingatan
  • Sulit berpikir
  • Perubahan kepribadian
  • Gangguan menstruasi pada wanita
Ketergantungan fisik dan psikologis dapat timbul setelah beberapa bulan pemakaian obat penenang. Pemakai yang bergantung secara psikologis, akan merasa tidak dapat hidup tanpa obat penenang.Apakah ini yang anda lakukan?



Apakah anda harus bergantung obat penenang?


Laminine secara klinis terbukti mampu menurunkan Cortisol yang berlebihan.



Apakah sebenarnya Laminine itu?
Laminine merupakan adaptogen alami yang dapat membantu untuk menciptakan keseimbangan atau normalisasi serta memulihkan kondisi dan stamina tubuh ke batas normal secara alami. Laminine merupakan ekstrak telur ayam yang dibuahi pada usia tepat 9 hari atau PESE (Proto Embryonic Stage Extract). Pada usia 9 hari, sebuah telur mengalami proses dimulainya kehidupan, yang ditandai secara tiba-tiba aktifnya zat-zat inti penting dan munculnya zat yang disebut FGF (Fibroblast Growth Factor). FGF tidak dapat ditemukan dalam telur yang dihasilkan tidak melalui pembuahan. FGF merupakan faktor penting dalam aktivitas stem cell. Jadi Laminine merupakan satu-satunya sumber makanan yang mengandung FGF, 22 asam amino, trace mineral, protein tumbuhan dan protein laut secara sempurna. Begitu lengkapnya unsur-unsur yang dikandung Laminine sehingga sanggup untuk menurunkan Cortisol yang berlebihan dan menaikkan Serotonin yang membuat anda merasa nyaman. Dengan demikian, anda akan merasakan sendiri kualitas tidur anda yang meningkat.








Setelah anda konsumsi Laminine, anda akan merasakan sendiri suatu perbedaan yang signifikan dalam diri anda. Perasaan andalah  yang dapat merasakan sendiri. Anda dapat membandingkan dengan supplement yang lain. Rasakan perbedaannya. 

Ini bukanlah promosi yang berlebihan, tetapi apa yang telah dialami oleh banyak relasi kami, family kami, memang menunjukkan perubahan yang signifikan. Dan saya percaya belum pernah ada nutrisi yang sanggup untuk mengaktifkan kembali stem cell anda. 
Dan selain itu Laminine tidak menimbulkan ketergantungan, tanpa efek samping, aman, 100% halal. Termasuk pula aman untuk lambung, hati, ginjal anda. 




































APA ITU GAGAL GINJAL?

APA ITU GAGAL GINJAL?
Penyakit Gagal Ginjal adalah suatu kondisi penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium di dalam darah atau produksi urine.
Penyakit gagal ginjal ini dapat menyerang siapa saja yang menderita penyakit serius. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialami mereka yang berusia dewasa pada kaum usia lanjut.



1. Apa Saja Penyebab Gagal Ginjal

Terjadinya kegagalan ginjal bisa disebabkan oleh beberapa penyakit serius yang diderita oleh tubuh dimana secara berangsur mempunyai dampak pada kerusakan organ ginjal. Dan penyakit yang sering menyebabkan kerusakan ginjal antara lain yaitu : 

  • Penyakit diabetes (kencing manis)
  • Menderita kanker
  • Terjadi sumbatan saluran kemih (karena tumor, batu ataupun penyempitan)
  • Karena penyakit darah tinggi
  • Bisa juga karena penyakit auto imun
  • Karena terbentuknya kista
  • Kerusakan sel penyaring pada ginjal baik terjadinya peradangan karena infeksi ataupun dari penyakit darah tinggi.
  • Bisa juga karena kehilangan cairan secara mendadak seperti muntaber, pendarahan.
  • Adanya penyakit seperti Sifilis, Malaria, TBC Paru-paru, Liver, Obat-obatan Kimia.
Penyakit gagal ginjal berkembang secara perlahan kearah yang semakin buruk yang mana ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya. Dan dalam dunia kedokteran biasa disebut dengan serangan gagal ginjal akut dan kronik.

* Gejala Gagal Ginjal Akut dan Gagal Ginjal Kronik
Pada gagal ginjal akut dan kronik mempunyai gejala umum yang sering terjadi diantaranya :
  • Sering merasakan kelelahan dan lemah
  • Perasaan bingung
  • Mengalamai bengkak pada area kaki
  • Adanya masalah tidur
  • Merasakan mual dan akhirnya muntah
  • Kurangnya kandungan urine saat buang air kecil
  • Nafsu makan hilang
  • Otot kejang dan berkedut
Faktor Resiko pada gagal ginjal akut antara lain dipicu :
Penderita liver, menderita penyakit ginjal, penderita penyakit gagal jantung, penderita tekanan darah tinggi, penderita diabetes, penyumbatan yang terjadi pada pembuluh darah di tangan dan kaki (peripheral artery), lanjut usia.



Penderita peripheral artery


Faktor Resiko pada gagal ginjal kronik antara lain dipicu :
Kerusakan pada artery yangg membawa darah menuju ginjal, Lupus, penderita diabetes type 1 dan 2, batu ginjal, pembesaran prostat, penderita darah tinggi, kanker ginjal, kanker kandung kemih, kondisi yang menyebabkan urine masuk kembali ke dalam ginjal, infeksi ginjal, polycystic kidney. 



Penderita kista  ginjal


2. Tanda-tanda dan Gejalanya :

Adapun tanda dan gejala terjadinya gagal ginjal yang dialami penderita secara akut diantaranya adalah : Nyeri pinggang (kolik), kencing darah, kencing sakit, sering kencing.
Selain itu adanya kelainan urine : bakteri, protein, darah/eritrosit, leukosit/darah putih.
Penggunaan obat dengan dosis tinggi dapat menyebabkan resiko gagal ginjal akut. 


Sedang tanda dan gejala yang mungkin timbul oleh adanya gagal ginjal kronik antara lain : lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan berkurang, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak nafas, pucat. Kelainan urine : protein, eritrosit, leukosit, creatine darah naik, Hb turun, urin : protein selalu positip.

Untuk gagal ginjal kronik, salah satu ditandai dengan naiknya creatinine.
Serum creatinine : umumnya berkisar antara 0,8 dan 1,6. Ukuran hasil buangan dalam darah yang berasal dari aktivitas otot. Ginjal bekerja normal bila dapat menghilangkan creatinine dari darah.

Tingkat penyaringan Glomerular (GFR) :
Tingkat penyaringan glomerular dianggap oleh para profesional medis untuk dijadikan sebagai ukuran terbaik dari fungsi ginjal. Mengetahui GFR seseorang memungkinkan mereka mengetahui stadium penyakit ginjal mereka. Dokter akan menggunakan informasi ini ubtuk merencanakan perawatan pasien mereka.

Stage

GFR Level

Description

Stage 1
90 mL/min or more
Healthy kidneys or Kidney damage with normal or high GFR 
Stage 2
60 to 89 mL/min
Kidney damage and mild decrease in GFR
Stage 3
30 to 59 mL/min
Moderate decrease in GFR
Stage 4
15 to 29 mL/min
Severe decrease in GFR 
Stage 5
Less than 15 mL/min or on dialysis
Kidney failure
5 STAGES OF CHRONIC KIDNEY DISEASE

Stadium 1 dan stadium 2 Penyakit Ginjal Kronik.
Dalam stadium 1 dan stadium 2 PGK ada beberapa gejala. Gejala awal dari PGK ditandai :
  • Tekanan darah tinggi.
  • Tingkat creatinine atau urea meningkat dalam darah
  • Darah atau protein dalam urin.
  • Kerugian ginjal akibat MRI, CT scan, ultrasound, atau X ray
  • Riwayat keturunan keluarga terkena kista ginjal.
Stadium 3, anemia (kekurangan sel darah merah) dan penyakit tulang dini dapat muncul dan biasanya diobati untuk membantu pasien merasa lebih baik dan mengurangi masalah di jalan. 


Stadium 4 
Saat PGK sudah berlanjut ke stadium 4, saatnya untuk mulai mempersiapkan untuk dialisis dan / atau transplantasi ginjal. Jika GFR turun di bawah 30 kebanyakan orang perlu berobat keseorang spesialis penyakit ginjal (nephrologist). Dokter ginjal akan berbicara tentang pengobatan untuk gagal ginjal seperti dialisis atau transplantasi ginjal. GFR di bawah 15 menunjukkan bahwa salah satu perawatan ini diperlukan.
Pada PGK, ginjal biasanya tidak gagal sekaligus. Sebaliknya, penyakit ginjal sering berkembang perlahan-lahan, selama bertahun-tahun. Dengan dianosis dini, dimungkinkan untuk memperlambat, menghentikan atau membalikkan PGK, tergantung pada penyebab dan keadaan pasien.

Stadium 5
Seseorang bila telah memiliki penyakit ginjal stadium 5 (akhir) dengan GFR 15 ml/menit atau kurang. Pada stadium lanjut ini penyakit ginjal telah kehilangan hampir semua kemampuan untuk melakukan pekerjaan mereka secara efektif, dan akhirnya dialisis atau transplantasi ginjal diperlukan untuk hidup.